Analisis
Praktek – Praktek reverse Logistics di Industri Manufacture
Reverse
logistics management(RLM) yang merupakan pengembangan dari manajemen logistik
tradisional, yaitu dengan melanjutkan pengelolaan bahan-bahan baku atau
barang-barang yang dikirim balik ke bagian hulu atau bagian pemrosesan ulang
atau dibuang. Lebih spesifik, RL merupakan “proses perencanaan, implementasi
dan pengendalian aliran bahan baku, atau barangsetengah jadi, atau barang jadi,
dari pabrikan, saluran distribusi, atau dari tempatpemakaian ke tempat
pemulihan ulang atau tempat pembuangan”.
Penelitian
RLM belakangan ini semakin meningkat, dikarenakan:
·Jumlah produk balik semakin tinggi,
beberapa industri dilaporkan tingat baliknya mencapai
50% total penjualan
·Peluang penjualan barang-barang yang
telah dipulihkan/diproses kembali pada secondary
market dan/atau pasar global semakin
meningkat
·Peraturan-peraturan yang belakangan
ini diberlakukan di Eropa dan Amerika yang mewajibkan
perusahaan untuk mengumpulkan kembali
barang-barang
yang telah dijual yang telah habis masa hidupnya (end-of
-life)
atau masa pakainya (end-of-use), mengharuskan perusahaan -perusahan mengelola
secara efektif sepanjang hidup produk-produknya
·Konsumen belakangan ini semakin
menekan perusahaan untuk mengambil tanggung-jawab terhadap produk-produk
pasca-penjualannya terutama yang mengandung
bahan berbahaya
·tanah areal pembuanganbarang-barang
bekas semakin sempit dan mahal.Pilihan lain seperti dikepak-ulang (repacking),
dipabrikasi-ulang(remanufacturing),dan recycling menjadi lebih lazim dan layak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar