Jumat, 22 Mei 2015

Bahan Artikel



Analisis Praktek – Praktek reverse Logistics di Industri Manufacture



Reverse logistics management(RLM) yang merupakan pengembangan dari manajemen logistik tradisional, yaitu dengan melanjutkan pengelolaan bahan-bahan baku atau barang-barang yang dikirim balik ke bagian hulu atau bagian pemrosesan ulang atau dibuang. Lebih spesifik, RL merupakan “proses perencanaan, implementasi dan pengendalian aliran bahan baku, atau barangsetengah jadi, atau barang jadi, dari pabrikan, saluran distribusi, atau dari tempatpemakaian ke tempat pemulihan ulang atau tempat pembuangan”.
Penelitian RLM belakangan ini semakin meningkat, dikarenakan:
·Jumlah produk balik semakin tinggi, beberapa industri dilaporkan tingat baliknya mencapai 50% total penjualan
·Peluang penjualan barang-barang yang telah dipulihkan/diproses kembali pada secondary market dan/atau pasar global semakin meningkat
·Peraturan-peraturan yang belakangan ini diberlakukan di Eropa dan Amerika yang mewajibkan perusahaan untuk mengumpulkan kembali
barang-barang yang telah dijual yang telah habis masa hidupnya (end-of
-life) atau masa pakainya (end-of-use), mengharuskan perusahaan -perusahan mengelola secara efektif sepanjang hidup produk-produknya
·Konsumen belakangan ini semakin menekan perusahaan untuk mengambil tanggung-jawab terhadap produk-produk pasca-penjualannya terutama yang mengandung bahan berbahaya
·tanah areal pembuanganbarang-barang bekas semakin sempit dan mahal.Pilihan lain seperti dikepak-ulang (repacking), dipabrikasi-ulang(remanufacturing),dan recycling menjadi lebih lazim dan layak

  https://dazzdays.wordpress.com/2009/06/07/reverse-logistics-intro/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar